Jika Anda mencari tool monitor jaringan yang handal dan simple, yang bisa diinstall pada sistem minimal,
Aplikasi IPTraf Open Source gratis mungkin adalah solusinya.
Kebutuhan
Daftar lengkap kebutuhan untuk IPTraf :
Minimum Hardware :
� 16 MB RAM (disarankan 64 MB RAM untuk jaringan yang sangat sibuk)
� 2 MB ruang kosong hard disk untuk instalasi (akan dibutuhkan lebih banyak jika Anda memiliki jumlah trafik over time yang banyak)
� Prosesor sekelas Pentium atau yang lebih tinggi (disarankan Pentium II 200 MHz� atau yang lebih tinggi)
� Kartu jaringan yang umum disupport ( seperti 3Com atau Intel)
Kebutuhan Sistem Operasi
� Linux Kernell 2.2.0 atau yang lebih tinggi
� GNU C Library 2.1 atau yang lebih baru
� ncurses 4.2 atau yang lebih baru dengan database terminfo lengkap di /usr/share/terminfo. (Direkomendasikan support untuk Linux > 2.2.x, vt100, xterm, xterm-color)
Kebutuhan Kompilasi untuk membuat source code
� gcc 2.7.2.3 atau yang lebih baru
� GNU C (glibc) development library 2.1 atau yang lebih baru
� ncurses development libraries 4.2 atau yang lebih baru
Semua kebutuhan di atas telah dipenuhi oleh distribusi Linux terbaru, mulai dari RedHat 7.0.
Memperoleh dan Menginstall IPTraf
Source IPTraf dapat Anda download disini. Masuk ke direktori /usr/local/ dengan cd /usr/local/ dan install software tersebut dengan menjalankan
perintah berikut ini :
tar xvzf iptraf-2.5.0.tar.gz
cd iptraf-2.5.0
./setup
Pada saat instalasi selesai, hasil dari binary iptraf akan berada di /usr/local/bin dan harus dejalankan oleh root.
Menjalankan IPTraf
Buka konsol berukuran 80 kolom x 24 baris (satu-satunya ukuran di mana IPTraf dapat tampil). Kemudian, su ke root (hanya root yang dapat
menjalankan IPTraf) dan jalankan perintah iptraf. Anda akan mendapatkan salam dari layar yang menampilkan informasi produk, termasuk versi,nama
pembuat, informasi hak cipta, dan lisensi. Tekan tombol apa saja untuk melanjutkan. Layar berikutnya, (Gambar A) akan menampilkan beberapa pilihan.

Dari menu ini, scroll ke Configure, atau tekan tombol O (di-highlight dengan warna biru). Pada menu Configure, Anda dapat mengatur beberapa pilihan
mulai dari Reverse DNS Lookup sampai ke Closed/Idle Persist.
Misalnya kita akan mengeset Logging ke On. Untuk melakukan ini, scroll ke bawah menggunakan anak panah ke entry Logging dan tekan [Enter].
Anda akan melihat entry Logging di sebelah kanan berubah dari Off menjadi On.
Dengan Loggin diaktifkan, tekan tombol x atau scroll ke Exit dan tekan [Enter], tekan tombol m atau scroll ke IP Traffic Monitor, dan tekan [Enter]
untuk membuka menu tersebut. Selanjutnya, pilih interface eth0, isikan nama logfile atau biarkan default /var/log/iptraf/ip_traffic-1.log dan tekan [Enter]
kembali. Anda akan melihat trafik jaringan yang berjalan terlalu cepat. Untung saja, Anda mengaktifkan Logging. Sekarang jika Anda membuka text editor
favorit Anda, untuk melihat file log tersebut, Anda akan melihat sebuah daftar.
Jika Anda memperhatikan setiap entry, Anda akan melihat bahwa setiap entry tersebut berisi hal berikut :
� Timestamp : bulan, tanggal, waktu, tahun
� Protocol : ARP, OSPF, TCP, UDP, dan lain-lain
� Interface : eth0, eth1, localhost, dan lain-lain
� Ukuran Paket dalam byte
Alamat : Alamat yang berada setelah keyword for merupakan alamat tujuan, dan yang berada setelah keyword from adalah alamat asal. Alamat tersebut
dapat berupa alamat IP atau MAC.
Membuat Filter
Salah satau fasilitas terbaik IPTraf adalah kemampuan untuk mendefinisikan filter tampilan Anda sendiri untuk memonitor trafik jaringan tertentu.
Contohnya, Anda dapat membuat filter TCP yang akam memonitor trafik SMTP pada jaringan. Untuk melakukan hal ini, pertama buka IPTraf dan pilih
TCP Display Filters. Pada menu baru ini, pilih Define New Filter dan masukkan nama trafik SMTP. Setelah Anda menamai filter tersebut, Anda
akan melihat window seperti pada Gambar B.

Seperti yang Anda lihat pada Gambar B, Anda harus memasukkan 2 jenis data. Yang pertama, di sisi sebelah kiri, adalah alamat tujuan; yang kedua
adalah alamat asal. Jika Anda membiarkan keduanya dengan 0, IPTraf akan menganggap Anda sedang memonitor seluruh alamat.
Contohnya dapat Anda lihat pada Gambar C. Seperti yang Anda lihat, saya telah memasukkan range alamat dengan memasukkan 10.16.58.190 untuk
host name dan wildcard 255.255.248.0, yang merupakan subnet mask dari jaringan saya. Bit yang terakhir yang saya masukkan adalah 25 untuk
nomor port. Informasi ini adalah alamat tujuan. Untuk alamat asal (jenis data yang kedua), saya memasukkan 10.16.56.13 untuk host address,
255.255.248.0 untuk wildcard mask, dan 25 untuk port.

mengaplikasikan filter dengan menunjuk menu Apply Filter, tekan [Enter], pilih trafik SMTP yang baru saja dibuat, tekan [Enter] lagi, dan kembali ke IP
Traffic Monitor.
artikel diambil dari private server http://horizone.mine.nu/

